Tampilkan postingan dengan label KISHI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KISHI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2020

Kekuatan Iman dan Hati

Ada begitu banyak kisah cinta umat manusia, ada yang berakhir bahagia, tetapi tak sedikit pula yang merana. Mencintai berarti mengambil risiko untuk patah hati. Begitu pula yang dialami seorang sahabat Nabi, Salman al-Farisi.

Salman al-Farisi. Ia merupakan seorang mantan budak dari Isfahan Persia. Kisah cinta Salman terjadi saat ia tinggal di Madinah setelah menjadi Muslim dan menjadi salah satu sahabat dekat Rasulullah.

Siapa yang tak kenal Salman al-Farisi, sosok laki-laki pemberani nan cerdas yang mengusulkan penggalian parit dalam perang Khandaq bersama Rasulullah. Ide briliannya membuat namanya disorot seluruh umat muslim dunia. Namun siapa sangka, di balik kemasyhurannya, pria asal Persia ini juga pernah merasakan patah hati karena seorang perempuan yang amat dicintainya.

Saat itu, Salman diam-diam menaruh perasaan pada seorang muslimah kalangan Anshar. Demi menyempurnakan sunnah Nabi Saw, Salman pun memantapkan hati untuk melamar pujaan hatinya. Tetapi karena ia bukanlah penduduk asli Madinah, Salman belum mengetahui bagaimana adat dan budaya yang diterapkan untuk melamar seorang perempuan Madinah.

Salman akhirnya meminta sahabatnya, Abu Darda untuk menemaninya mengkhitbah (melamar) pujaan hatinya. Betapa bahagia Abu Darda mendengar niat baik sahabatnya. Tanpa berpikir panjang, Abu Darda langsung menyanggupi permintaan sahabatnya.

Keduanya pun pergi ke rumah sang perempuan dengan hati bahagia. Setibanya di sana, orangtua perempuan tersebut menerima dan menjamu keduanya dengan baik. Abu Darda pun memperkenalkan dirinya dan sahabatnya, serta menyampaikan maksud baik sahabatnya yang ingin meminang putri mereka.

Betapa bahagia sang ayah mendengar tujuan mulia sang lelaki di hadapannya. Namun ia tak serta merta menerima lamaran laki-laki Persia tersebut. Ia kembalikan keputusan itu kepada anaknya, karena bagaimanapun sang anak memiliki hak untuk memilih siapa yang kelak akan menjadi imam hidupnya.

Sang putri akhirnya menyatakan pendapatnya kepada kedua orangtuanya. Sedangkan Salman dan Abu Darda menunggu dengan hati berdebar-debar. Dalam hati, Salman berdoa agar maksud hatinya disambut baik dengan perempuan idamannya.

Beberapa saat kemudian, sang ibu akhirnya angkat bicara,“Mohon maaf kami harus berterus terang, dengan penuh hormat putri kami tidak bisa menerima pinangan ananda Salman al-Farisi”.

Jawaban dari sang ibu bagaikan petir di siang bolong. Hancur sudah harapan Salman untuk hidup bersama dengan pujaan hatinya. Belum juga tersadar dari kenyataan, Salman kemudian mendengar ucapan yang lebih perih lagi.

Sang ibu melanjutkan “Namun karena kalian berdua datang dan menggharap ridho Allah. Jika saudara Abu Darda memiliki tujuan yang sama, maka putri kami akan bersedia menerimanya”.

Sudah jatuh tertimpa tangga, mungkin itulah yang dirasakan Salman. Begitu kaget Salman mendengar perkataan sang ibu. Tidak cukup dengan penolakan cinta, Salman juga harus menerima kenyataan pahit bahwa perempuan yang diidam-idamkannya justru lebih memilih Abu Darda, sahabatnya sendiri.

Namun siapa sangka, dalam keadaan patah hati Salman al-Farisi bukan justru membenci sahabatnya. Ia malah ikut berbahagia. Dengan ikhlas dan tegar, Salman melepaskan harapannya seraya berkata,“Semua mahar dan nafkah yang sudah aku persiapkan ini aku serahkan kepada Abu Darda. Dan aku pula yang akan menjadi saksi pernikahan mereka”.

Betapa besar kemuliaan hati Salman al-Farisi. Ia sadar bahwa cinta kepada manusia tak boleh melemahkan imannya. Kekuatan Salman bukan hanya terlihat dari fisiknya, tetapi juga dari hati dan imannya.

Salman al-Farisi juga sangat paham arti persahabatan sejati. Tak sedikitpun rasa benci kepada Abu Darda terbesit di hatinya. Ia justru turut berbahagia ketika sahabatnya bahagia. Coba bayangkan, betapa banyak kasus persahabatan yang rusak karena cinta. Namun Salman tetap menjaga kokoh persahabatannya hingga akhir hayatnya.

Senin, 24 Februari 2020

Aku rela dengan yang Engkau beri

Ulama besar Arab Saudi Habib Muhammad bin Alwi Al-Miliki Al-Hasani (1946-2004) pernah mengisahkan seorang fakir miskin yang tidak pandai bersyukur. Alkisah, suatu hari seorang fakir miskin melewati jalan di Madinah.

Di sepanjang jalan, dia sering melihat orang-orang makan daging. Dia pun merasa malu karena jarang sekali bisa makan daging. Dia pulang ke rumahnya dengan hati marah bercampur sedih.

Sesampai di rumah, istrinya menyuguhkan kedelai rebus. Dengan hati terpaksa, dia memakan kedelai itu seraya membuang kupasan kulitnya ke luar jendela. Dia sangat bosan dengan kedelai.

Dia berkata pada istrinya : “Bagaimana hidup kita ini…? Orang-orang makan daging, kita masih makan kedelai.”

 Tak lama kemudian, dia keluar ke jalan di pinggir rumahnya. Alangkah terkejutnya, dia melihat seorang lelaki tua duduk di bawah jendela rumahnya, sambil memungut kulit-kulit kedelai yang tadi ia buang dan memakannya seraya bergumam :

ﺍﻟﺤﻤﺪﻟﻠﻪ ﺍﻟﺬﻱ ﺭﺯﻗﻨﻲ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺣﻮﻝ ﻣﻨﻲ ﻭﻻ ﻗﻮﺓ

“Segala Puji bagi Allah SWT yang telah memberiku rezeki tanpa harus mengeluarkan tenaga.”

 Mendengar ucapan lelaki tua itu, dia menitikkan air mata, seraya bergumam :

ﺭﺿﻴﺖ ﻳﺎ ﺭﺏ

“Sejak detik ini, aku rela dengan apapun yang Engkau berikan Yaa Allah...”

Rejeki itu yang penting mengalir, besar kecil yang penting ada alirannya. Jangan harap mengalir seperti banjir, kalau tak bisa berenang bisa tenggelam. Sampai kapan engkau sibuk dengan kelezatan, sedangkan engkau akan ditanya tentang semua yang kau lakukan. Demikian nasihat indah dalam kisah ini.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA pernah berkata: ﻣﻦ ﻛﺎﻧﺖ ﻫﻤّﺘﻪ ﻣﺎ ﻳﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﺑﻄﻨﻪ ﻛﺎﻧﺖ

"Barang siapa perhatiannya hanya pada apa yang masuk ke perutnya, maka nilai seseorang itu tidak lebih dari apa yang keluar dari perutnya".

"Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan nikmat-Ku kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih". (QS Ibrahim: 7)

Ayat ini menegaskan bahwa bersyukur adalah hal yang sangat ditekankan dalam Islam. Bahkan, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk senantiasa bersyukur atas nikmat dan karunia-Nya. Sebut saja nikmat bernafas, nikmat hidup, nikmat iman dan Islam, nikmat makan dan minum dan masih banyak lainnya.

Perintah bersyukur ini juga diabadikan dalam Alquran: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah yang baik-baik dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah. (QS Al-Baqarah: 172)

Baarakallahu Fiikum...




Salman Al- Farisi Yang Dermawan





Kisah pemimpin sederhana yang gajinya habis diberi ke fakir miskin

Meski beliau adalah gubernur Madain dengan gaji 5000 dinar (kira-kira 8,5 M per tahun), gaji itu tidak pernah ia pakai. Semuanya disedekahkan, sedang Ia lebih suka makan dan minum dari hasil kerjanya sendiri.

Salman Al-Farisi terpilih menjadi kepala daerah di kota Madain. Sebagai pejabat, Salman mempunyai kesempatan untuk hidup bergelimang kemewahan. Akan tetapi, dia tidak ingin bermewah-mewah. Bahkan, sahabat Rasulullah SAW ini tidak mau mengambil satu dirham pun dari gajinya.

Uang gajinya selalu habis dibagi-bagikan kepada fakir miskin. Untuk kebutuhan hidupnya, dia peroleh dari menganyam daun kurma yang dijadikan keranjang hasil tangannya sendiri.

Salman hidup sederhana. Pada suatu waktu, ada seorang laki-laki dari Kota Syiria yang berjalan sambil memikul keranjang buah tin dan kurma. Beban itu sangat berat sampai dia kelelahan.

Saat itu dia melihat seseorang yang berpakaian sederhana. Orang Syiria tersebut memanggilnya.

"Tolong bawakan barang ini sampai ke rumahku. Nanti aku akan kuberi imbalan atas jerih payahmu itu," ujar orang Syiria tersebut. Dikutip dari buku Kisah Seru 60 Sahabat Rasul tulisan Ummu Akbar.

Laki-laki berpakaian sederhana itu menurut saja. Dia pun memikul keranjang buah-buahan itu ke punggungnya dan mereka berjalan bersama-sama. Di tengah perjalanan, mereka berpapasan dengan serombongan orang.

Orang sederhana itu mengucapkan salam kepada mereka. Rombongan itu berhenti dan menjawab salamnya, "Kami ucapakan salam juga kepadamu, wahai amir (kepala daerah)."

Lalu sebagian dari rombongan itu berusaha membantu Salman. Namun dia menolak. Orang Syiria pun tersentak dan segera sadar bahwa yang membantunya ialah Salman Al Farisi, kepala daerah Kota Madain.

Orang Syiria tersebut menjadi gugup dan minta maaf terus menerus atas kelancangannya. Dia berusaha menarik keranjang tangan Salman.

"Tidak, sebelum kuantarkan sampai ke rumahmu," jawab Salman.

MasyaAllah betapa berbudinya sifat sahabat Rasulullah ini, selain dermawan beliau juga mengajarkan sebagai pemimpin yang hidup sederhana.


Kamis, 19 Oktober 2017

Allahu Akbar...


Seorang Dr Ahli Bedah terkenal bernama Dr. Ishan telihat tergesa-gesa menuju airport. Ia berencana menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.

Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat. Karena merasa diburu waktu, ia kemudian mendatangi pusat informasi. “Saya ini dokter specialis, tiap menit ada orang yang mesti saya bantu, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam?” kata Dr Ishan.

Petugas bandara pun menjawab, “Wahai dokter, jika Anda terburu-buru, Anda bisa menyewa mobil, tujuan Anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil bisa ditempuh dengan waktu 3 jam.

Dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek.

Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar bahwa mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mereka mulai mengetuk pintunya.

Dalam rumah itu terdengar suara seorang wanita tua. “Silahkan masuk, siapa ya?” kata wanita tua itu sambil membukakan pintu rumahnya. “Kami tersesat bu, kalau boleh, bisa pinjam telefonnya?” pinta Pak Ishan. Ibu itu tersenyum dan berkata, “Telefon apa Nak? Apa kamu tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telefon. Lebih baik tunggu saja di dalam, Nak. Hujannya semakin lebat” ajak wanita tua itu.

Mereka pun masuk. Mereka diberi segelas teh hangat dan beberapa hidangan alakadarnya. Dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan, sementara ibu itu sholat dan berdo’a serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak diatas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat.

Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan do’a yang panjang. Dokter mendatanginya dan berkata,”Demi Allah, ibu telah membuat saya kagum dengan keramahan dan kemuliaan akhlak ibu, semoga Allah menjawab do’a-do’a ibu”.

“Nak, kamu itu ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan
do’a-do’a saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu” pungkas sang wanita.

Dr. Ishan kemudian bertanya, “Apa yang ibu pinta?” Dengan suara lirih wanita itu menjawab, “Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa tertolong oleh dokter-dokter yang ada disini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang bisa membantunya, katanya namanya Dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini. Saya tidak mungkin membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdo’a kepada Allah agar menyembuhkannya".

Menangislah Dr. Ishan dan berkata sambil terisak, “Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh do’a ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, hanya untuk mengantarkan saya ke tempat ibu secara cepat dan tepat. Saya lah Dr. Ishan Bu. Sungguh Allah Ta’ala telah menciptakan sebab seperti ini kepada hamba-Nya yang mu’min dengan do’a. Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk membantu anak ini. Masya Allah… Tabarakallah…”


Senin, 16 Oktober 2017

Sabar



Suatu hari, Rasulullah SAW bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika sedang bercengkrama dg Rasulullah, tiba2 datang seorang Arab Badui menemui Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar.

Makian, kata2 kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya.
Ia melanjutkan perbincangannya dg Rasulullah.
Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.
Semakin marahlah orang Arab Badui tsb.
Untuk ke 3 X nya, ia mencerca Abu Bakar dg makian yg lebih menyakitkan dari sebelumnya...
Selaku manusia biasa, akhirnya, Abu bakar menjawab ucapan org yg memarahinya dgn menjelaskan dan bertanya.... sebab dia memaki nya...

Seketika itu, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya. Beliau meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar tersadar dan menjadi bingung. Dikejarnya Rasulullah yg sudah sampai di halaman rumahnya.
Kemudian Abu Bakar berkata :
"Wahai Rasulullah, janganlah Engkau biarkan aku dalam kebingungan yg sangat dalam.
Jika aku berbuat kesalahan, tolong jelaskan kesalahanku..."

Rasulullah menjawab, "Sewaktu ada seorang Arab Badui datang dg membawa kemarahan, memfitnahmu lalu mencelamu, kulihat engkau tenang, diam dan engkau tidak membalas. Aku bangga melihat engkau orang yg kuat mengahadapi tantangan, menghadapi fitnah, kuat menghadapi cacian. Dan aku tersenyum karena Ribuan MALAIKAT turun di sekelilingmu mendoakan dan memohonkan ampun untukmu, kepada ALLAH SWT."

Begitu pun yg ke 2 X, ketika ia mencela serta memfitnahmu dan engkau tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya.
Oleh sebab itu, aku tersenyum.
Namun..Ketika ke 3 X ia mencelamu dan engkau menanggapinya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu. Hadirlah iblis di sisimu.
Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengan kamu. Aku tidak ingin berdekatan dengan iblis , dan aku pun enggan memberi salam kepada iblis." Setelah itu menangislah Abu Bakar...

*****
Sabar itu memang "sakit" dan "perih". Namun...

~Allah mengasihi dan selalu menyertai orang yg SABAR.

Allah Ta'ala berfirman :
' يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Wahai orang-orang yang beriman... Minta tolonglah kepada Allah dengan SABAR dan SHALAT.
Sesungguhnya Allah itu selalu menyertai orang2 yang SABAR (QS. Al-Baqarah, 2:153)

~ Allah juga mencintai orang-orang yang sabar
"Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar." (Ali ‘Imran 146).

~ Dan Pujian terhadap orang-orang yang sabar seperti firmannya

Dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya) dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa (Al Baqarah 177).

Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk sabar karena itu adalah sebagai penolong,dan bekal di Akhirat

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (Al Baqarah 45).

Bagi orang sabar maka PAHALA yang didapat adalah TANPA BATAS. Di pintu Surga Malaikat menyambut orang2 yg sabar dg mengucapkan "SALAAMUN 'ALAIKUM BIMAA SHABARTUM..."
(Semoga keselamatan selalu terlimpah untukmu karena kesabaranmu...)

Semoga ALLAH SWT memasukkan kita kedalam golongan orang2 yg sabar, dan Memasukkan kita ke Syurga semuanya.... Aamiin

Minggu, 15 Oktober 2017

Burung Beo yang malang


Alkisah di sebuah pesantren, Seorang Ustadz memiliki burung sejenis Beo yang terlatih untuk berdzikir seperti: Assalamu'alaikum, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, dan lainnya
Suatu hari, pintu kurungan terbuka & burung itu terbang bebas. Sontak para santri mengejar burung milik guru mereka, sementara si burung terbang tidak terkontrol dan tertabrak kendaraan yang melintas dengan kencang hingga terkapar sekarat lalu meninggal

Sang Ustadz terlihat berbeda usai burungnya mati, nampak sekali sedih hingga seminggu lamanya. Para santri yang melihatnya pun mengira Ustadz nya bersedih karena burungnya mati, mereka berkata: "Ustadz, jika hanya burung yang membuat ustadz sedih, kami sanggup menggantinya dengan yang bisa berdzikir juga. Tak perlu ustadz bermurung hingga sedemikian lamanya!"

Sang Ustadz menjawab: "Aku bukan bersedih karena burung itu."
Para Santri: "Lantas kenapa ustadz?"
Sang Ustadz: "Kalian melihat bagaimana burung itu sekarat setelah tertabrak?"
Para Santri: "Ya, kami melihatnya."
Sang Ustadz: "Burung itu hanya bersuara KKKKAAKK, KKKKHHEEK, KKKKAAKK, KKKKHHEEK,,, padahal sudah terlatih berdzikir sedemikian rupa, namun saat merasakan PERIHNYA sakaratul maut menjemput, hanya perih yang terasa.
Lalu aku teringat diriku, yang setiap hari terbiasa berdzikir, JANGAN-JANGAN NASIBKU SAMA SEPERTI BURUNG ITU, TAK KUAT MENAHAN SAKARAT LALU BUKAN DZIKIR YANG KUUCAPKAN.

Padahal burung itu tidak diganggu setan saat sakaratul maut, sedangkan manusia diganggu setan saat sakaratul maut. Tidak ada yang tahu bagaimana keadaan kita mati, khusnul khotimah ataukah su'ul khotimah?"

Para Santri pun terdiam dan membenarkan Sang Ustadz, dan mereka pun ikut murung memikirkan hal yang serupa dengan Ustadz-nya.:
"Lalu bagaimana keadaan kita saat menjemput sakaratul maut nanti" ?
Kesenangan bisa di dapat di dunia dengan mudah, tetapi untuk menjadi khusnul khotimah adalah kesenangan yang kekal.

BUSINESS COMMITMENT


Percakapan 2 orang pengusaha...

"Bro, lo susah amat sih diajak seneng2 ?! Mumpung di luar kota nih, masa diajak minum di cafe gak mau, diajak karaoke gak mau juga, apalagi diajak mijit. Gak bakal ketauan bini lah !"

"Hehe..bukan soal takut ketauan bini bro. Masalahnya sekarang ini gw lagi kerjasama bisnis nih sama bos gw."

"Lah apa hubungannya kerjasama bisnis sama ke karaoke??"

"Ya soalnya kan itu masuk ke salah satu persyaratan bisnis di agreement gw bro. Soalnya bos gw ngejaga bener sih soal personal character. Menurut doi klo sama bini aja berani selingkuh, gimana sama partner bisnis? Trus gmn bisa konsen & fokus kerja kalo masih suka minum2.."

"Oh Ok.. trus?"

"Lagian gw kan selama kerjasama bisnis ini dipantau banget secara terus2an, ada evaluasinya gitu.. Ntr ada Performance Evaluation-nya. Jadi setiap effort yang gw jalanin akan dinilai & dikasih point, kayak semacem point reward gitu lah. Setiap kerjaan gw bagus langsung dapet point reward, sebaliknya kalo gw ngelanggar otomatis point rewardnya berkurang."

"Emang doi bisa mantau lo lagi dimana & ngapain aja?"

"Yoi bro, doi tau aja tuh. Lagian anak buahnya banyak, tersebar dimana2, jadi gw gak mungkin bisa ngumpet deh.."

"Sengsara amat yak nasib lo, kerjasama kok dipantau ketat kayak gitu."

"Hehe..bukan gitu bro. Cuma doi tuh tau banget gw kayak gimana orangnya, kadang bisa dipegang kadang suka melenceng. Makanya doi pantau ketat."

"Emang lo bisnis apaan sih, kok sampe ngebela-belain kayak gitu?"

"Bisnisnya sih biasa aja, as usual, cuma keuntungannya itu bro..gilaa banget !! Gede banget bro, sampe gw aja gak percaya awalnya. Duit yg ntr didapet banyak banget! Trus gw mau dikasih rumah mewah kayak istana, mobil2 mewah, setiap saat bisa liburan ke luar negeri, waaah...pokoknya macem2 & keren2 semua. Beyond my imagination deh. Kalo gw mau minum2 setiap hari juga boleh kok, bahkan mau mijit & berendem tiap malem jg silahkan, di tempat mana aja yg gw mau. Alexis aja sih lewat deh. Mantab gak tuh?"

"Gila lo, enak banget! Mau dong gw?"

"Iya bro, pokoknya selama ikutin aturan2 di agreement tersebut, gw pasti dapet tuh! Makanya gw ngejagain banget supaya point reward gw gak berkurang gara2 gak perform. Soalnya kalo gak perform, hasil yang gw dapet bisa parah banget bro! Gw bisa dibuang ke tempat yang gak ngenakin banget. Udah jauh, panas, bau, gabung sm preman2, waah..pokoknya nyiksa banget deh.."

"Hmm.. Ada resikonya juga ya.."

"Ya iyalah, namanya juga bisnis pasti ada resikonya dong. Masa' mau untungnya doang. No pain no gain lah! Kayak bukan businessman aja lo bro !"

"Iya ya..bener juga sih. Btw, siapa sih bos lo?"

"Tuhan kita bro... Allah SWT"

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.
Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah?
Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."
(QS 9:111)

Kisah haru di teras masjid


Tak tahan air mataku menetes ...
Sesudah jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah.
Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya.

Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah.
Aku sebetulnya tidak berminat, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.
Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya.

Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.
Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.
"Berapa harganya Nek?"
"Satu plastik kue Lima ribu, nak", jawab si nenek.
Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata :
"Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi buat Nenek aja kuenya kan bisa dijual lagi."

Si nenek jelas sekali terlihat berbinar2 matanya : "Ya Allah terima ksh bnyk Nak. Alhamdulillah ya Allah kabulkan doa saya utk beli obat cucu yg lagi sakit." Si nenek langsung jalan.

Refleks aku panggil anak lelaki itu.
"Siapa namamu ? Kelas berapa?"
"Nama saya Radit, kelas 2, pak", jawabnya sopan.
"Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu?'"
" Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari. Tapi saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah."
"Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu sejak hari senin?", tanyaku semakin tertarik.
"Betul Pak, jadi setiap jumat saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar Allah berikan pahalanya untuk ibu saya yang sudah meninggal.

Saya pernah mendengar ceramah ada seorang ibu yang Allah ampuni dan selamatkan dari api neraka karena anaknya bersedekah sepotong roti, Pak", anak SD itu berbicara dengan fasihnya.
Aku pegang bahu anak itu : " Sejak kapan ibumu meninggal, Radit?"
"Ketika saya masih TK, pak"
Tak terasa air mataku menetes : "Hatimu jauh lebih mulia dari aku Radit, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya...", kataku sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan ke tangannya.
Tapi dengan sopan Radit menolaknya dan berkata : "Terima kasih banyak, Pak... Tapi untuk keperluan bapak aja, saya masih anak kecil tidak punya tanggungan... Tapi bapa punya keluarga.... Saya pamit balik ke kelas Pak".
Radit menyalami tanganku dan menciumnya.
"Allah menjagamu, nak ..", jawabku lirih.

Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik. Bergegas aku kesana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya. Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya.
Kasir menjawab : " Empat puluh ribu rupiah.."
Aku serahkan uang yang ditolak anak tadi ke kasir : " Ini saya yang bayar... Kembaliannya berikan kepada si nenek ini.."
"Ya Allah.. Pak..."
Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik... Aku bergegas menuju Pandeglang menyusul teman-teman yang sedang keliling dakwah disana.
Dalam hati aku berdoa semoga Allah terima sedekahku dan ampuni kedua orang tuaku serta putri tercintaku yang sudah pergi mendahuluiku kembali kepada Allah.

Sabtu, 14 Oktober 2017

Cerita berantai berujung maut



Sehabis pulang dari sawah kerbau rebahan di kandang dengan wajah cape dan nafas yang berat. Datanglah seekor anjing. Kerbau lalu berucap, "Aah teman lama, saya sungguh cape dan besok ingin istirahat sehari."

Anjing pergi dan jumpa kucing di sudut tembok, dan berkata, "Tadi saya jumpa kerbau dan dia besok ingin istirahat dulu...sudah sepantasnya...sebab boss kasih kerjaan terlalu berat."

Kucing lalu cerita kepada kambing dan berkata, "Kerbau komplain boss kasih kerja terlalu banyak dan berat. Besok tidak mau kerja lagi."

Kambing jumpa ayam dan berucap, "Kerbau tidak senang bekerja untuk boss lagi, sebab mungkin ada boss lain yang lebih baik."

Ayam jumpa monyet dan berkata, "Kerbau tak akan kerja untuk bossnya dan ingin mencari kerja di tempat boss yang lain."

Saat makan malam monyet jumpa boss dan berkata, "Boss, si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan boss untuk kerja dgn boss lain."

Mendengar ucapan monyet, boss marah besar dan membunuh si kerbau karena dinilai telah berkhianat kepadanya.

Ucapan asli kerbau: SAYA SUNGGUH CAPE & BESOK INGIN ISTIRAHAT SEHARI.

Lewat beberapa teman akhirnya ucapan ini sampai kepada boss dan pernyataan kerbau telah berubah menjadi: Si Kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan bos untuk kerja dengan boss lain.

Sangat baik untuk disimak:

1. Ada kalanya suatu ucapan harus berhenti sampai telinga kita saja. Tidak perlu diteruskan ke orang lain.

2. Jangan percaya begitu saja apa yang dikatakan orang lain walaupun itu orang terdekat kita. Kita perlu check and recheck kebenarannya sebelum bertindak.

3. Kebiasaan meneruskan perkataan orang lain dengan kecenderungan menambahi/mengurangi bahkan menggantinya berdasar persepsi sendiri bisa berakibat fatal.

4. Bila ragu akan ucapan seseorang, yang disampaikan oleh orang lain kepada kita, sebaiknya kita langsung bertanya pada yang bersangkutan untuk memastikan informasi yang paling benar.

Kisah Dua Potong Roti

Dahulu...ada seorang lelaki yang beribadah selama 60 tahun lamanya...
lalu ia terfitnah oleh seorang wanita...dan berzina dengannya selama enam hari...
lalu ia sadar dan bertaubat...

Ia pun pergi meninggalkan tempat ibadahnya...
lalu ia singgah di sebuah masjid...
dan tinggal di sana selama tiga hari tak ada makanan...

Suatu ketika, ada orang yang memberinya roti...
ketika ia hendak memakannya...ia melihat dua orang yang amat membutuhkan...
ia pun memotong roti...dan memberikannya kepada keduanya...
sementara ia tak makan...

Maka Allah memerintahkan malaikat untuk menimbang...antara amalannya selama 60 tahun dan zinanya selama 6 hari...
ternyata lebih berat zina selama 6 hari...

Lalu Allah memerintahkan menimbang zinanya 6 hari dengan dua potong roti...
ternyata lebih berat dua potong roti...
(diriwayatkan oleh Nadlr bin Syumail dari perkataan ibnu Mas'ud..)

dan ibnu Abu Nuaim meriwayatkan juga kisah yang sama dari Abu Musa Al Asy'ari dengan sanad yang shahih...

"Lihatlah...ibadah 60 puluh tahun dikalahkan oleh zina 6 hari...tidakkah menjadi takut hati kita untuk berbuat maksiat?"

"lihat juga...ternyata berinfak di saat kita butuh, melebihi ibadah selama 60 tahun."

Namun...
itu tak mudah...karena jiwa amat mencintai harta, kecuali orang yang Allah berikan kekuatan padanya.

Jumat, 13 Oktober 2017

KISAH PANGLIMA PERANG YANG DIPECAT KARENA TAK PERNAH BERBUAT KESALAHAN




Pada zaman pemerintahan Khalifah Sayidina Umar bin Khatab, ada seorang panglima perang yang disegani lawan dan dicintai kawan. Panglima perang yang tak pernah kalah sepanjang karirnya memimpin tentara di medan perang. Baik pada saat beliau masih menjadi panglima Quraish, maupun setelah beliau masuk Islam dan menjadi panglima perang umat muslim. Beliau adalah Jenderal Khalid bin Walid.

Namanya harum dimana-mana. Semua orang memujinya dan mengelu-elukannya. Kemana beliau pergi selalu disambut dengan teriakan, "Hidup Khalid, hidup Jenderal, hidup Panglima Perang, hidup Pedang Alloh yang Terhunus." Ya! .. beliau mendapat gelar langsung dari Rosululloh SAW yang menyebutnya sebagai Pedang Alloh yang Terhunus.

Dalam suatu peperangan beliau pernah mengalahkan pasukan tentara Byzantium dengan jumlah pasukan 240.000. Padahal pasukan muslim yang dipimpinnya saat itu hanya berjumlah 46.000 orang.
Dengan kejeliannya mengatur strategi, pertempuran itu bisa dimenangkannya dengan mudah. Pasukan musuh lari terbirit-birit.
Itulah Khalid bin Walid, beliau bahkan tak gentar sedikitpun menghadapi lawan yang jauh lebih banyak.

Ada satu kisah menarik dari Khalid bin Walid.
Dia memang sangat sempurna di bidangnya; ahli siasat perang, mahir segala senjata, piawai dalam berkuda, dan karismatik di tengah prajuritnya.
Dia juga tidak sombong dan lapang dada walaupun dia berada dalam puncak popularitas.

Pada suatu ketika, di saat beliau sedang berada di garis depan, memimpin peperangan, tiba-tiba datang seorang utusan dari Amirul mukminin, Sayidina Umar bin Khatab, yang mengantarkan sebuah surat.

Di dalam surat tersebut tertulis pesan singkat, "Dengan ini saya nyatakan Jenderal Khalid bin Walid di pecat sebagai panglima perang. Segera menghadap!"
Menerima khabar tersebut tentu saja sang jenderal sangat gusar hingga tak bisa tidur. Beliau terus-menerus memikirkan alasan pemecatannya. Kesalahan apa yang telah saya lakukan? Kira-kira begitulah yang berkecamuk di dalam pikiran beliau kala itu.

Sebagai prajurit yang baik, taat pada atasan, beliaupun segera bersiap menghadap Khalifah Umar Bin Khatab. Sebelum berangkat beliau menyerahkan komando perang kepada penggantinya.
Sesampai di depan Umar beliau memberikan salam, "Assalamualaikum ya Amirul mukminin! Langsung saja! Saya menerima surat pemecatan. Apa betul saya di pecat?"

"Walaikumsalam warahmatullah! Betul Khalid!" Jawab Khalifah.
"Kalau masalah dipecat itu hak Anda sebagai pemimpin. Tapi, kalau boleh tahu, kesalahan saya apa?"

"Kamu tidak punya kesalahan."
"Kalau tidak punya kesalahan kenapa saya dipecat? Apa saya tak mampu menjadi panglima?"

"Pada zaman ini kamu adalah panglima terbaik."
"Lalu kenapa saya dipecat?" tanya Jenderal Khalid yang tak bisa menahan rasa penasarannya.

Dengan tenang Khalifah Umar bin Khatab menjawab, "Khalid, engkau jenderal terbaik, panglima perang terhebat. Ratusan peperangan telah kau pimpin, dan tak pernah satu kalipun kalah. Setiap hari Masyarakat dan prajurit selalu menyanjungmu. Tak pernah saya mendengar orang menjelek-jelekkan. Tapi, ingat Khalid, kau juga adalah manusia biasa. Terlalu banyak orang yang memuji bukan tidak mungkin akan timbul rasa sombong dalam hatimu. Sedangkan Alloh sangat membenci orang yang memiliki rasa sombong''.

''Seberat debu rasa sombong di dalam hati maka neraka jahanamlah tempatmu. Karena itu, maafkan aku wahai saudaraku, untuk menjagamu terpaksa saat ini kau saya pecat. Supaya engkau tahu, jangankan di hadapan Alloh, di depan Umar saja kau tak bisa berbuat apa-apa!"

Mendengar jawaban itu, Jenderal Khalid tertegun, bergetar, dan goyah. Dan dengan segenap kekuatan yang ada beliau langsung mendekap Khalifah Umar.
Sambil menangis beliau berbisik, "Terima kasih ya Khalifah. Engkau saudaraku!"

Bayangkan …. mengucapkan terima kasih setelah dipecat, padahal beliau tak berbuat kesalahan apapun.

Hebatnya lagi, setelah dipecat beliau kembali lagi ke medan perang. Tapi, tidak lagi sebagai panglima perang. Beliau bertempur sebagai prajurit biasa, sebagai bawahan, dipimpin oleh mantan bawahannya kemarin.

Beberapa orang prajurit terheran-heran melihat mantan panglima yang gagah berani tersebut masih mau ikut ambil bagian dalam peperangan. Padahal sudah dipecat.

Lalu, ada diantara mereka yang bertanya, "Ya Jenderal, mengapa Anda masih mau berperang? Padahal Anda sudah dipecat."
Dengan tenang Khalid bin Walid menjawab, "Saya berperang bukan karena jabatan, popularitas, bukan juga karena Khalifah Umar. Saya berperang semata-mata karena mencari keridhaan Alloh."

Rabu, 11 Oktober 2017

penjual Ikan



Seseorang mulai berjualan ikan segar dipasar. Ia memasang papan pengumuman bertuliskan "Disini Jual Ikan Segar".

Tidak lama kemudian datanglah seorang pengunjung yang menanyakan tentang tulisannya."Mengapa kau tuliskan kata:DISINI? Bukankah semua orang sudah tahu kalau kau berjualan DISINI, bukan DISANA?"

"Benar juga!"pikir si penjual ikan, lalu di hapusnya kata "DISINI"dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN SEGAR"

Tidak lama kemudian datang pengunjung kedua yang juga menanyakan tulisannya.
"Mengapa kau pakai kata SEGAR? Bukankah semua orang sudah tahu kalau yang kau jual adalah ikan segar, bukan ikan busuk?"

"Benar juga"pikir si penjual ikan, lalu di hapusnya kata "SEGAR" dan tinggallah tulisan "JUAL IKAN"

Sesaat kemudian datanglah pengunjung ketiga yang juga menanyakan tulisannya:"Mengapa kau tulis kata JUAL?Bukankah semua orang sudah tahu kalau ikan ini untuk di jual, bukan di pamerkan?"

"Benar juga"pikir si penjual ikan, lalu di hapusnya kata "JUAL" dan tinggallah tulisan"IKAN"

Selang beberapa waktu kemudian datanglah pengunjung keempat, yang juga menanyakan tulisannya :"Mengapa kau tulis kata IKAN?, bukankah semua orang sudah tahu kalau ini IKAN bukan daging?"

"Benar juga"pikir si penjual ikan, lalu diturunkannya papan pengumuman itu.
(Author Unknown)

Sahabat, bila kita ingin memuaskan semua orang, maka yakinlah itu hal yang mustahil...atau bahkan kita malah justru merugikan diri sendiri.
Sudah menjadi fitrah manusia untuk berbeda pendapat.
biarlah orang lain berpendapat, tapi saringlah..cerna kembali pendapat mereka..apakah sesuai dengan kata hati anda? Jika tidak maka tegaslah tuk mengatakan .."Tidak!..maaf" 

Jumat, 06 Oktober 2017

Pertempuran MOHACS


Pernahkah anda mendengar tentang perang Mohacs?
Pertempuran Mohács adalah suatu pertempuran yang terjadi dekat Mohács, Kerajaan Hongaria.

21 Dzul Qa’dah 932H atau tepat pada 29 Agustus 1526 M.  ingatlah tanggal dan tahun ini, tanggal yang sangat menyesakan Eropa dan kerajaan-kerajaan Kristen lainnya, yang membuat mereka trauma sekaligus mewariskan dendam kepada generasi setelahnya.

Trauma apa gerangan? Trauma dan dendam atas kekalahan mereka dalam Perang MOHACS. 

Mohacs adalah sebuah lembah di Hungaria tempat perang berlangsung.

Sesungguhnya itu bukanlah perang..tapi pembantaian. Peristiwa ini terjadi pada 21/11/932 hijriyah.

Perang ini berawal dari dibunuhnya utusan Sultan Turki Utsmani yang hendak mengambil jizyah  dari  Raja Hungaria saat itu, Raja Luis II yang sudah turun-temurun sampai masa Sultan Salim I, karena Raja Luis II merasa pengganti Sultan Salim I Sulaiman Al-Qanuni adalah anak belia berusia 26 tahun  yang tidak mungkin bisa melawan dan tidak sekuat bapaknya. Maka dibunuhlah utusan atas dukungan dari  Vatikan.

Peristiwa ini membuat Sultan Sulaiman marah besar, lalu ia mempersiapkan pasukan perangnya dan bergegas ke Hungaria dengan pasukan kurang lebih 100.000 mujahid  dengan 350 meriam dan 800 kapal perang.

Begitu juga gereja dan eropa menyiapkan pasukannya, dengan kekuatan 200.000 pasukan berkuda. 35 ribu diantaranya bersenjata lengkap dengan baju besi.

Sulaiman dan pasukannya menempuh jarak 1000 kilo meter, dalam perjalanan ke Hungaria, pasukannya mampu menundukan Benteng Belgrade (Ibu kota Serbia sekarang), dan berhasil merebut benteng-benteng sepanjang perjalanannya guna mengamankan jalan ketika menarik pasukannya mundur jika terjadi kekalahan.

Pasukan Sulaiman Al-Qanuni  melewati sungai yang terkenal dan menunggu di lembah Mohacs selatan Hongaria dan timur Rumania menanti pasukan Eropa yg terdiri dari dari Hongaria, Rumania, Kroasia, Buhemia, Kekaisaran Romawi, negara kepausan dan Polandia itu berarti hampir seluruh daratan  Eropa. 

Menyadari jumlah pasukan Eropa jauh lebih banyak, masalah lain yang dihadapi Sultan Sulaiman adalah banyaknya Pasukan berkuda Romawi dan Hongaria yg tertutup penuh oleh baju besi yang sulit ditembus panah atau peluru. 

Beliau pun menyusun taktik jitu yang kelak akan mengubah jalannya perang. Ia membagi pasukannya menjadi tiga barisan sepanjang 10 km. 

Pasukan Elit Janissary yang berada di garis depan Kemudian di barisan kedua Pasukan Kavaleri (berkuda) dengan senjata ringan dan pasukan Infanteri (pejalan kaki) diantara mereka adalah relawan. Adapun barisan ketiga adalah beliau dan Pasukan Arteleri (meriam). 

Pagi 21 dzul Qa’dah Sultan Sulaiman  mengimami shalat Fajar  setelah malamnya ia habiskan untuk berdo’a dan munajat . 

Beliau mengumpulkan para tentara Islam dan memandanginya dengan bangga. Setelah mengucapkan  salam, tidak terasa air mata mengalir di pipi sultan muda ini, seraya iya mengatakan:

“ ” وكأني برسول الله صلى الله عليه وسلم ينظر إليكم الأن

(Saya saat ini seperti dalam posisi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam menyaksikan kalian semuanya). 

Ucapan Sultan Sulaiman membuat tentara Islam  pecah dalam tangisan, meraka saling memeluk satu dengan yang lainnya seraya  saling berjanji bertemu kembali di dalam Surga.

Kekuatan tawakal memenuhi dada seluruh mujahid Islam, tidak ada yang mereka inginkan kecuali hidup mulia atau mati syahid.

Setelah selesai sholat subuh ia berdiri dihadapan pasukannya yang menatap pasukan Eropa yg banyak yang tidak terlihat ujungnya.

Kemudian ia berkata disertai tangisan (sesungguhnya Ruh Nabi Muhammad melihat kalian dengan kerinduan dan cinta) maka menangislah semua pasukan kaum muslimin.

Perang pun berkobar,ribuan panah meluncur dari busurnya, senapan-senapan silih berganti merontokkan kedua pasukan yang berhadap-hadapan, pekikan kuda membuat makin ngeri keadaan saat itu. Sesuai arahan Sultan Sulaiman, Pasukan Janissari yang ada di garis depan bertahan 1 jam saja, setelah itu harus mundur untuk membuka jalan pasukan kedua. 

Selama 1 jam pertempuran, pasukan Janissari mampu bertahan, bahkan mampu membunuh 20.000 pasukan Eropa. 

Pasukan Eropa lalu mengerahkan pasukan utama mereka, melihat pergerakan ini, pasukan Janissari pun mundur ke samping kanan dan kiri sehingga unit tengah pasukan Ottoman terbuka lebar. 

Melihat hal ini, sebenarnya pasukan Eropa sudah mulai masuk jebakan, mereka menusuk sampai jantung pasukan Ottoman. Merasa sudah unggul, mereka mengejar pasukan kedua Ottoman sampai tidak menyadari formasi perang yang telah menunggu mereka.

pasukan Inkisyaariah (pasukan ke dua)mundur ke sisi kiri dan kanan diikuti pasukan infantri, sehingga jantung pasukan Utsmani benar-benar terbuka..maka masuklah 100 ribu pasukan eropa sekaligus menuju (jebakan) jantung pasukan kaum muslimin.

Dan inilah awal pembantaian itu...
Mereka langsung berhadapan dengan meriam-meriam pasukan Utsmaniyah tanpa mereka sadari.

Pasukan Ketiga Ottoman yang telah siap dengan moncong-moncong meriamnya, menyambut 100 ribu pasukan eropa yang tidak sadar telah masuk jebakan. dan....letusan pertama meriam itu menyadarkan pasukan Eropa akan situasinya, tapi sudah terlambat, Pasukan Janissari dan Pasukan Berkuda Ottoman sudah berbalik mengurungnya. 

Dentuman-dentuman meriam selanjutnya adalah awal pembantaian pasukan itu. Kuda-kuda perang yang tadinya gagah perkasa dengan lapisan baja pelindung yang sulit ditembus oleh pedang atau peluru-peluru senapan menjadi tidak berarti di hadapan moncong-moncong meriam Ottoman yang tanpa henti menembak ke arah mereka.

Tidak sampai satu jam musnahlah pasukan eropa semua dihantam meriam dari segala arah..menjadi kenangan hitam orang2 kafir sampai saat ini.

Sisa-sisa pasukan eropa di garis belakang berusaha lari menyeberangi sungai..apa daya karena ketakutan dan berdesak-desakan ribuan prajurit tenggelam di sungai.

Akhirnya pasukan eropa hendak menyerah. Dan keputusan Khalifah Sulaiman al Qonuni yang tidak pernah dilupakan Eropa sampai sekarang dan mereka mengingatnya dengan penuh dendam.

Sulaiman memutuskan : Tidak ada tawanan!

Maka pasukan Utsmaniyyun menyerahkan kembali senjata kepada pasukan eropa yang ditawan agar mereka berperang lagi atau dibunuh!

Akhirnya mereka kembali berperang dengan putus asa. Berakhirlah perang dengan tewasnya raja Hongaria Louis II, yang menandakan akhir masa kerajaan Hungaria, tewas pula para uskup yang tujuh orang mewakili nasrani dan utusan paus dan 70 ribu pasukan. Disamping itu 25 ribu ditawan dalam keadaan terluka.

Kekalahan ini menggetarkan seluruh pelosok Eropa, dan merupakan awal dari perang-perang penaklukan Kekaisaran Ottoman di wilayah Eropa selanjutnya. 

Pasukan Utsmaniyyah melakukan parade militer di ibukota Hongaria. Setelah dua hari mengurus urusan kenegaraan di sana Khalifah Sulaiman kembali pulang ke Turki.

Pasukan Utsmaniyyah yang gugur dalam perang itu hanya 150 orang saja dan tiga ribu terluka.

Selebihnya pasukan masih sempurna tanpa kurang suatu apapun walhamdulillah..

Dengan izin Allah, kekuatan tawakkal, dan strategi perang yang brilian, pasukan Muslim mampu meluluh lantahkan kepongahan Barat tidak lebih dari satu setengah jam.

Berpikir sebelum berbicara



Di sebuah gerbong kereta api yang penuh, seorang pemuda berusia kira-kira 24 tahun melepaskan pandangannya melalui jendela. Ia begitu takjub melihat pemandangan sekitarnya. 

Dengan girang, ia berteriak dan berkata kepada ayahnya, “Ayah, coba lihat, pohon-pohon itu, mereka berjalan menyusul kita.” Sang ayah hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala dengan wajah yang tidak kurang cerianya. Ia begitu bahagia mendengar celoteh putranya itu.

Di samping pemuda itu ada sepasang suami-istri yang mengamati tingkah pemuda yang kekanak-kanakan itu. Mereka berdua merasa sangat risih. Kereta terus berlalu. 

Tidak lama pemuda itu kembali berteriak, “Ayah, lihat itu, itu awan kan? lihat, mereka ikut berjalan bersama kita juga.” Ayahnya tersenyum lagi menunjukkan kebahagiaan.

Dua orang suami-istri di samping pemuda itu tidak mampu menahan diri, akhirnya mereka berkata kepada ayah pemuda itu, “Kenapa Anda tidak membawa anak Anda ini ke dokter jiwa?” Sejenak, ayah pemuda itu terdiam. 

Lalu ia menjawab, “Kami baru saja kembali dari rumah sakit, anakku ini menderita kebutaan semenjak lahir. Tadi ia baru dioperasi, dan hari ini adalah hari pertama dia bisa melihat dunia dengan mata kepalanya.” Pasangan suami itu pun terdiam seribu bahasa.

Setiap orang mempunyai cerita hidup masing-masing, oleh karena itu jangan memvonis seseorang dengan apa yang Anda lihat saja. Barangkali saja bila Anda mengetahui kondisi sebenarnya Anda akan tercengang. Maka kita perlu berpikir sebelum berbicara.

Sahabat…

Dalam hidup ini bukan soal apa yang kita pikirkan tentang setiap hal yang tampak jelek dimata kita ada satu sisi dalam kehidupan yang tidak bisa kita lihat oleh mata, saat itulah kita harus belajar berpikir sebelum berbicara.